Bermain Bola Api, Bocah SD Terbakar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Bermain Bola Api, Bocah SD Terbakar

Bermain Bola Api, Bocah SD Terbakar

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Oktober 2012 | 14.00

- Orang Tua Korban Tak Mampu Beli Obat

PLERED, RAKA - Akibat sebagian besar anggota tubuhnya menderita luka bakar, Ridho Mukti Hamid, murid kelas II SDN 2 Citeko, Kecamatan Plered, hampir dua minggu tak bisa sekolah. Bocah berusia 8 tahun tersebut hingga kini masih terbaring di kamar rumahnya di Kampung Baru RT 05/03 Desa Citeko, Kecamatan Plered.

Kedua orangtuanya, Euis Ikrimah dan Epa Mustafa, yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli genting tak bisa mengobati Rido secara medis ke dokter rumah sakit. Rido hanya dirawat mengunakan pengobatan arternatif di rumahnya. Meskipun dibantu Jamkesmas, namun ada beberapa obat rumah sakit yang harus ditebus mengunakan uang. "Biaya pengobatan di Bayu Asih memang ditanggung oleh Jamkesmas, tapi untuk biaya pembelian obat di apotik harus memakai uang sendiri. Biaya pembelian obat inilah yang saya tak punya. Karena suami saya hanya seorang kuli lio," kata Euis Ikrimah, Selasa (23/10) kemarin.
Peristiwa yang menyebabkan tubuh Ridho terbakar itu bermula ketika dia dan beberapa temanya, pada Kamis (11/10) malam bermain bola api dari buah brenuk yang dibakar, setelah direndam mengunakan bensin. Setelah menjadi bola api, buah itu kemudian ditendang. Bak seperti bermain sepak bola, bola api itu ditendang ke sana dan kemari. Dimana permainan bola api buah brenuk itu merupakan permainan anak-anak desa yang biasa mereka mainkan pada malam hari.
Namun malang bagi Rdho, bola api yang baru dibakar ditendang temannya dan mengenai perutnya, seketika itu juga bola api yang telah berkobar menjilat bajunya. Karena masih ada bensin yang  tersisa pada buah brenuk, kemudian bensin itu memercik ke celana Ridho. Akibatnya api membakar tubuh Ridho.
Melihat tubuh Ridho dibalut kobaran api, warga yang menyaksikan berteriak minta tolonng. Warga yang memberi pertolongan juga ikut panik. Api begitu cepat membakar tubuh Ridho, sehingga dengan sekejap sebagian besar anggota tubuh Ridho menderita luka bakar. Meskipun selang beberpa saat api berhasil dipadamkan.
Ridho yang telah mengalami luka-luka bakar itu segera dilarikan ke klinik terdekat, tapi karena luka bakar yang diderita Ridho cukup parah, akhirnya Ridho dirujuk ke RS Bayu Asih Purwakarta untuk mendapatkan pengobatan. "Sudah sebelas hari Ridho dirawat di RS Bayu Asih. Bahkan sudah dua kali dioperasi, tapi karena kesulitan biaya untuk menebus obat di luar, dengan terpaksa Ridho kami bawa pulang," kata Euis.
Meskipun luka bakar Ridho cukup serius dan memerlukan penanganan medis, namun Epa Mustafa Ayah Ridho dan istrinya Euis Ikrimah mengaku tak mampu lagi melanjutkan pengobatan di rumah sakit. "Kami sehari-hari hanya mengandalkan penghasilan dari kuli lio yang tidak kurang Rp 20 ribu per hari. Sekarang anak kami diobati mengandalkan pengobatan alternatif di rumah saja, mau gimana lagi tak punya biaya," ucapnya sambil mengusap kepala Ridho yang terbaring. Ridho pun sesekali menangis menahan sakit. "Sakit mah, panas," rengek Ridho.
Saat RAKA menyambangi rumah Ridho, secara kebetulan para guru SDN Citeko 2 datang ke rumah Ridho untuk melihat kondisinya. Mereka  berharap ada yang mau membantu meringankan beban orang tua Ridho. “Saya tak tega melihat kondisi Ridho yang cukup parah itu,” kata guru Ridho, Nani. (din)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.