Anah Menyulap Sampah Jadi Tas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anah Menyulap Sampah Jadi Tas

Anah Menyulap Sampah Jadi Tas

Written By Mang Raka on Selasa, 30 Oktober 2012 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Sampah masih menjadi hal yang dianggap menjijikan untuk sebagian orang. Tapi tidak bagi Anah (35) seorang ibu rumah tangga asal Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat ini. Dengan tangan trampilnya, ibu yang baru memiliki satu anak itu menyulap sampah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis.

Salah satunya saat RAKA menyambangi 'bengkel kerjanya'. Sampah plastik bungkus kopi bekas yang sebelumnya sempat berserakan disulap menjadi berbagai model tas dengan berbagai ukuran, yang dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti sekolah dan berbelanja. “Tidak hanya tas saja, tetapi beberapa jenis lainnya juga bisa diolah menjadi asbak rokok ataupun keranjang,” tutur Anah.
Untuk saat ini, Anah masih membuat tas untuk produk kerajinan andalannya, yakni tas. Sementara untuk model lain belum sempat Ia lakukan karena keterbatasan bahan baku plastik bungkus kopi. Jika melihat hasil kerajinan tas yang dibuat oleh ibu anah memiliki bentuk menarik. Apalagi kerajinan tas dari bungkus kopi ini dianggap cukup kuat.
Bahkan yang lebih penting, keahlian istri dari Bapak Ahmad ini kini telah diikuti oleh beberapa orang keluarga dan tetangga. Umumnya, warga tertarik dengan hasil yang dibuat. Hingga kini sudah ada 6 orang ikut serta dalam membuat kerajinan pengelohan sampah bungkus kopi menjadi aneka kerajinan tangan, kendati selama ini hasil kerajinan itu baru diperuntukkan keperluan pribadi saja. "Sebab kalau mau di jual, siapa yang mau membeli," jelas dia merendah.
Terlepas itu semua, kegiatan Anah mengolah sampah menjadi produk kerajinan tangan yang cantik seperti ini tidak hanya bisa mendatangkan keuntungan ekonomi semata, tetapi juga ikut berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan dengan cara mendaur ulang sampah-sampah plastik. Meski produk kerajinannya sedikit banyak kini mulai dikenal luas warga setempat, tetapi Anah kesulitan mengembangkan usahanya lantaran terkendala modal dan pemasaran. Banyak karyanya yang menumpuk lama, tapi belum ada satupun yang di jual. Dia sebenarnya berharap, kerajinan yang dilakukannya itu bisa menghasilkan uang jika pihak swasta maupun pemerintah dapat memberikan pengarahan serta bimbingan dalam mengembangkan keahlinannya mendaur sampah bungkus kopi menjadi barang berguna.  (rif)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template