Tolak Outsourcing, Buruh Agendakan Mogok Kerja - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tolak Outsourcing, Buruh Agendakan Mogok Kerja

Tolak Outsourcing, Buruh Agendakan Mogok Kerja

Written By Mang Raka on Senin, 17 September 2012 | 15.00

CIKAMPEK, RAKA - Tiga konfedarasi serikat buruh yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) telah membentuk majelis pekerja buruh Indonesia. Mereka mengagendakan aksi mogok nasional di 18 titik di kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk Karawang pada interval waktu 20 September-20 Oktober mendatang. Buruh menuntut, pemerintah untuk menghapuskan sistem kerja outsourcing.
Untuk aksi mogok kerja di Karawang, rencananya akan dilakukan di tiga titik, yakni KKIC, Kawasan Industri Surya Cipta dan Kawasan Industri Indotaise. Buruh berjanji, aksi akan dijalankan dengan kondusif.
Ketua serikat PUK SPAMK FSPMI, Oni Ramdani menuturkan, buruh sepakat untuk melakukan aksi mogok kerja secara nasional selama satu hari pada rentang waktu antara 20 September-20 Oktober mendatang. "Kami dari pihak FSPMI diagendakan pelaksannanya antara 20 September-20 Oktober mendatang, interval waktu itu, ada satu hari  akan ada mogok nasional. Waktunya akan diinformasikan sekitar H-3 atau H-2 oleh badan kordinasi dari tiap daerah," ucapnya pada RAKA, Minggu (16/9).
Ia menuturkan, mogok nasional tersebut akan dilakukan secara serentak di 18 kabupaten/kota diseluruh Indonesia. Untuk di Karawang, akan ada 3 titik, yakni KKIC, Kawasan Industri Surya Cipta dan Kawasan Industri Indotaisei. Aksi mogok nasional tersebut akan digelar didepan perusahaan dengan melakukan orasi dan tidak ada aksi turun ke jalan. Ia menjamin, selama aksi nanti, semua akan berjalan kondusif. "Pada aksi mogok nasional, kita melakukan aksi  mogok kerja, tapi tidak melakukan aksi turun kejalan, hanya didepan pintu perusahaan saja, kalau sweeping kemungkinan ada," tuturnya.
Isu yang akan diangkat dalam aksi nanti, tambah Oni, mengenai penghapusan sistem outsourcing, tolak upah murah, moratorium undang-undang tentang outsourcing dan mencabut izin perusahaan yang melanggar undang-undang outsourcing. "Sistem kerja outsourcing tidak mempunyai masa depan yang tegas, sehingga dalam hal investasi kedepan ini terpasung," pungkasnya. (vid)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.