SMPN 2 Darangdan Disinyalir Masih Jual LKS - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SMPN 2 Darangdan Disinyalir Masih Jual LKS

SMPN 2 Darangdan Disinyalir Masih Jual LKS

Written By Mang Raka on Jumat, 07 September 2012 | 15.45

-Orang Tua Siswa Tagih Komitmen Disdikpora

DARANGDAN, RAKA - Meski sekolah sudah dilarang menjual buku lembar kerja siswa (LKS), namun bisnis 'haram' tersebut masih saja terjadi. Kali ini sejumlah orang tua siswa di SMPN 2 Darangdan mengaku keberatan dengan adanya sejumlah buku LKS yang harus dibeli.

Terlebih, buku berisi materi latihan soal itu dijual kepada siswa bukan hanya satu buah, tapi belasan. Tergantung berapa banyak mata pelajaran yang diikuti siswa di sekolah. "Jika dijumlah bisa belasan buku LKS yang dibeli. Harga setiap bukunya dijual bervariasi, rata-rata di atas Rp 6.000-Rp 7.000. Jika ada 10 buku saja kami harus membayar hingga lebih dari Rp 100 ribu lebih, itu yang membebani kami," keluh AD, salah seorang orang tua murid yang meminta disamarkan namanya kepada RAKA, Kamis (6/9) kemarin.
Ia melanjutkan, meski sekolah tidak mewajibkan, tetap saja orang tua siswa terpaksa harus membeli LKS. "Kata anak saya mereka akan ketinggalan materi jika tidak membeli LKS. Lantaran bagi yang tidak memilki LKS, anak diwajibkan menulis soal dari LKS. Otomatis daripada begitu, kami memilih membeli," jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut tidak akan terjadi jika saja pihak sekolah tidak menjual buku LKS tersebut. "Jika tidak ada, mungkin siswapun tak akan membelinya," tandasnya.
Hal senada dikatakan Wahab (30) warga Plered, meski anaknya sudah melanjutkan ke SLTA, tak dipungkiri bisnis LKS sering kali terjadi. Menurutnya untuk mengelabui aturan larangan menjual buku LKS, akhir-akhir ini pihak sekolah memiliki cara lain. "Contohnya mereka menjualnya melalui warung, padahal pihak sekolah yang menyediakan, dan di kelas guru mewajibkan agar anak memiliki LKS untuk mempermudah pelajaran. Itu sama saja," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta, melarang para kepala sekolah menjual LKS kepada para siswa. Disdikpora bahkan mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada sekolah yang kedapatan masih membandel menjual buku berisi materi latihan soal itu.
Kepala Disdikpora Purwakarta, Dr Andrie Chaerul, mengatakan, kebijakan tersebut diambil menyusul banyaknya laporan dan aduan dari masyarakat yang mengaku keberatan adanya sejumlah buku dan LKS yang harus dibayar oleh para siswa.
Selain itu, kata Andrie, kebijakan tersebut juga merupakan penjabaran atas isi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 11 Tahun 2005 tentang buku teks pelajaran. Khususnya pasal 9 yang berbunyi, "Guru, tenaga kependidikan, atau komite sekolah tidak dibenarkan melakukan penjualan buku kepada peserta didik."
"Jadi bukan hanya LKS yang kita larang, termasuk juga buku paket. Sebab buku paket yang dianjurkan Mendiknas sudah bisa diakses secara gratis melalui program BSE (Buku Sekolah Elektronik)," kata Andrie.
Dilanjutkan dia, bukti keseriusan atas kebijakan tersebut, pihak Disdikpora telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Purwakarta beberapa hari lalu. Mereka diwajibkan menandatangani surat pernyataan berisi kesiapan untuk tidak menjual buku dan LKS kepada para siswa, apapun motif dan bentuknya. Tak itu saja, dalam lembar pernyataan tersebut terdapat pula klausul kesiapan menerima sanksi bagi mereka yang kedapatan membandel tetap menjual, maupun memfasilitasi bisnis terlarang itu. "Ya, semuanya sudah kita panggil untuk menandatangani pernyataan bermaterai," tandas Andrie.
Soal sanksi yang akan dikenakan terhadap pelanggar, sebut Andrie, diantaranya berupa sanksi disiplin. Meski demikian, Andrie tak menyebut secara rinci jenis sanksi disiplin tersebut. Pastinya, Andrie menjamin siapa pun nanti yang kedapatan tidak mengindahkan isi pernyataan tersebut, maka sanksi akan dikenakan tanpa pandang bulu. "Ya, ini berlaku bagi semuanya," tegas Andrie. (din)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. LKS itu tidak mendidik...
    jalan belajar cepat, untuk guru yang MALAS...!!

    BalasHapus
  2. atuh da BUPATI MENTA KA DINAS, DINAS MENTA KA GURU, GURU MENTA KA MURID, MURID MENTA KA KOLOT, CEK KOLOT: AING JANGAR!!! GANTI WEH KU NU ANYAR BUPATI TEH!!! NGAGARASAK PISAN PAMARENTAHAN DEDI TEH!!! SIGA JAMAN FIRAUN, DURHAKA KA KOLOT JEUNG KA ALLAH, SWT.

    JALAN LEUCIR TAPI KAFIR
    NU LAIN SANGSARA AING NAEK KUDA

    WASPADA 2D : DEDI DUKUN!
    FIRAUN VERSI SUNDA!

    AING ORANG SUNDA TEU SIGA SIA!

    BalasHapus

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.