Kemarau Panjang, Sayuran Mahal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kemarau Panjang, Sayuran Mahal

Kemarau Panjang, Sayuran Mahal

Written By Mang Raka on Senin, 17 September 2012 | 15.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Kemarau berkepanjangan memicu kenaikan harga sayuran dan bumbu dapur di Pasar Wadas. Kenaikan tersebut terjadi pada komoditas hasil pertanian dan perkebunan yang dipengaruhi musim kemarau seperti cabe, wortel, kol dan harga kacang kedelai.
Salah seorang pedagang Pasar Wadas, Soleh (28) mengatakan, kenaikan harga sayuran dan bumbu dapur dipicu akibat pengaruh musim kemarau yang berkepanjangan. Dampak buruk lainnya, kualitas sayuran cepat busuk. Sementara sayuran kualitas baik mengalami kenaikan cukup drastis.
Soleh mencontohkan, harga cabe dari yang biasanya Rp 12 ribu per kilogram, kini tembus Rp 18 ribu. Begitupun cabe rawit dari yang sebelumnya Rp 10 ribu dijualnya kepada pelanggan menjadi Rp 18 ribu. Kenaikan serupa dialami wortel, dari yang sebelumnya Rp 5 ribu kini menjadi Rp 10 ribu, bahkan harga kedelai kini Rp 12 ribu dari sebelumnya Rp 8 ribu. Sementara minyak sayur hanya mengalami kenaikan tipis yaitu dari Rp 11 ribu perkilonya kini menjadi Rp 12 ribu. Namun demikian, kenaikan yang sudah berlangsung selama 3 hari terakhir belum bisa dipastikan kapan harga-harga tersebut kembali normal. ”Sudah tiga hari mengalami kenaikan, namun belum bisa dipastikan kapan kembali normalnya,” katanya kepada RAKA, Minggu (16/9).
Soleh menambahkan, selain kenaikan harga dipicu akibat kemarau, juga mengakibatkan stok persediaan sayuran kian langka. Karenanya, tak heran jika harga-harga komoditas sayuran tersebut mengalami kenaikan, namun demikian ia berharap harga bisa kembali normal agar modal yang dikeluarkan tidak terlalu membengkak. ”Saya harap normal kembali, karena kalau naik kami nombok,” ujarnya.
Salah seorang pengunjung pasar, Rohati (34) mengaku prihatin jika kenaikan harga sayuran dan bumbu dapur dibiarkan lama. Akan tetapi ia memaklumi karena disadarinya musim kemarau memang tengah berlangsung dan mengakibatkan hasil pertanian cabe terancam. Meskipun harganya mahal, akan tetapi untuk kebutuhan yang diperlukan ia tetap membelinya. Namun demikian tetap saja merogoh uang lebih banyak. ”Mahal juga dibeli, tapi uangnya kurang,” ucapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.