Gedung PGRI Tempat Pelayanan Satu Atap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gedung PGRI Tempat Pelayanan Satu Atap

Gedung PGRI Tempat Pelayanan Satu Atap

Written By Mang Raka on Kamis, 13 September 2012 | 15.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Gedung PGRI Kecamatan Lemahabang diresmikan, Rabu (12/9). Kegiatan peresmian yang dilakukan secara sombolik dengan memotong pita oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang Wawan Setiawan.
Peresmian gedung baru tersebut, sekaligus menandakan dimulainya pelayanan satu atap bagi para guru di kecamatan tersebut. Ketua PGRI Lemahabang Ahmad Firdaus dalam mengatakan, bahwa pembangunan gedung PGRI Lemahabang Wadas menelan biaya hingga Rp 528 juta. Dengan mengandalkan sukarela dari segenap para guru di Kecamatan Lemahabang, pembangunan yang dimulai sekitar 3 bulan yang lalu berhasil dirampungkan.
Menurutnya, biaya Rp 528 juta tersebut murni dari sukarelawan para guru dan tidak dibiayai oleh dana aspirasi anggota DPRD dan sumbangan lainnya. ”Dana pembangunan ini mengandalkan sukarela dari para guru tanpa ada bantuan dari aspirasi,” katanya kepada RAKA, Rabu (12/9).
Ketua PGRI Karawang H Obang Nurubayu mengatakan, dalam peresmian tersebut ia sampaikan bahwa PGRI akan terus komitmen memperjuangkan nasib honorer dan peningkatan kompetensi guru, sekaligus ia tegaskan bahwa UKA tetap ditolaknya lantaran atas dasar tidak ada korelasinya dengan sarana prasarana yang ada di sekolah. Karenanya keinginan PGRI agar satu guru satu laptop hingga saat ini diakuinya belum terwujud dan belum berjalan, karenaya hal itu harus dibantu melalui program khusus dari pemkab, lantaran jika melihat kabupaten lainya sudah berjalan. ”Satu guru satu laptop belum berjalan, sementara kabupaten lain sudah optimal. Maka harus dibantu lewat program khusus dari pemkab,” ujarnya.
Sektretaris Disdikpolra Wawan Setiawan menuturkan, total PNS yang ada di Kabupaten Karawang adalah 14 ribu dan 8.700 di antaranya adalah guru. Karenanya alokasi pendidikan yang digelontorkan dari APBD sebesar Rp 912 miliar untuk pendidikan atau 40,8% serta Rp 216 miliar di antaranya untuk gaji guru. Karenanya ia meminta agar para guru bisa melek teknologi dan mampu berkompetensi pada kancah globalisasi dewasa ini. Menurutnya, PGRI adalah layaknya dua mata uang yang merupakan bagian integral dari dunia pendidikan, selain sarana dan siswa juga tenaga pendidik. Ke depan pemkab akan memprioritaskan pula lewat BOPM berupa stimulan bantuan Rp 100 ribu per siswa per orang per bulan yang juga peruntukan sekolah swasta yang alokasi peruntukannya bagi operasional sekolah agar SPP di swasta tidak membengkak, begitupun BOS lebih fleksibel dan pihaknya telah programkan pada APBD perubahan ini yang juga untuk operasinal sekolah maupun gaji guru dan bisa dikatakan BOS gaya pemkab. ”Kita agendkan prioritas Rp 100 ribu per siswa per orang per bulan ke depan untuk biaya operasional sebagai stimulan bagi pihak swasta,” ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.