DPRD Minta Disdik Taati Aturan Main - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DPRD Minta Disdik Taati Aturan Main

DPRD Minta Disdik Taati Aturan Main

Written By Mang Raka on Selasa, 11 September 2012 | 15.00

KARAWANG, RAKA – Sorotan tajam yang sedang mengarah ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdik Pora) terkait pelaksanaan proyek pengadaan sarana atau penunjang pendidikan yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK), mendapat tanggapan pula dari wakil rakyat Karawang yang ada di Komisi D.
Seperti dikemukakan ketua komisinya, Nanda Suhanda, bahwa pihaknya berharap agar jajaran Disdik Pora konsisten menjalankan tugasnya secara normatif berdasarkan ketentuan atau aturan yang ada. Sehingga hasil pelaksanaannya di lapangan tidak menyimpang dari perundang-undangan yang berlaku. Artinya, tegas Nanda, hindari peluang sekecil apapun terhadap kemungkinan ‘permainan’ yang bisa merusak nama baik Disdik Pora selaku OPD pengelola pendidikan.
“Kami tidak ingin kasus DAK tahun 2010 terulang kembali. Yaitu tidak terserap akibat adanya intervensi dari orang-orang berkepentingan. Kalau ada indikasi ke arah dugaan penyimpangan dengan berbagai modus yang dimungkinkan terjadi, misalnya membuat ketentuan sendiri dengan serapih mungkin yang bisa saja dilakukan oknum, kepala dinasnya harus segera mengambil langkah tegas. Jangan takut sepanjang sikap dari ketegasan kita memang benar dan lurus,” wanti-wanti Nanda.
Bila perlu, disarankan dia pula, setiap masalah yang muncul secepatnya didiskusikan bersama. Karena kalau sampai sedikit saja terjebak kepada kekeliruan, dalam situasi di era keterbukaan seperti sekarang, kata Nanda, bukan mustahil bisa berakhir di ranah hukum. Terlepas terbukti bersalah atau tidaknya di pengadilan nanti, bila proses hukum sudah berjalan setidaknya waktu tersita, serta program yang telah disiapkan pemerintah pun bisa terganggu. 
“Dalam perspektif ini, saya sih berharap sekda atau bahkan bupati ikut turun tangan apabila polemik yang kian santer di tataran publik terus menggelinding. Kalau misalnya terpaksa tender proyek DAK itu mesti diulang, kenapa tidak? Makanya sebelum mengambil kesimpulan, saya rasa polemik pelaksanaan proyek DAK ini patut dikaji ulang secara cermat dan komprehensif. Terus terang saya sendiri sebenarnya belum tahu persis bagaimana titik persoalannya hingga tiba-tiba mendapat perhatian cukup serius beberapa kalangan,” aku Nanda.
Di tempat terpisah, Karmin Amrullah dari Komisi A DPRD yang membidangi pemerintahan juga turut menyarankan Kepala Disdik Pora Agus Supriatman untuk mengambil tindakan tepat. Pertimbangan Karmin, jika tidak bisa mengendalikan situasi yang dianggapnya kian menghangat ini, bukan hal mustahil akan terjadi benturan-benturan di bawah. “Kadisdik kan punya kewenangan untuk mengamankan semua anggaran yang dikelola dinasnya sesuai aturan perundang-undangan. Jangan sampai membiarkan diri tatkala muncul indikasi atau kemungkinan dikendalikan bawahan. Sebab apabila terpeleset pada kebijakan yang salah, sebagai atasan adalah orang yang harus bertanggungjawab,” ujarnya turut mengingatkan.
Sementara itu, salah seorang pengusaha dari Jakarta berinisial DA melalui siaran persnya mengaku, dirinya pernah ikut tender proyek DAK Disdik Pora Karawang. Katanya, bahwa ia merasa perlu mempertanyakan ketika pengadaan proyek ini sudah dimulai dari tahap perencanaan ada semacam kunci-kuncian dalam spesifikasi administrasi maupun spesifikasi teknis.
“Pertanyaan saya, ketika hasil lelang diumumkan kenapa mencantumkan spesifikasi barang dan persyaratan yang menjurus kepada produsen tertentu? Misalnya pada pengadaan alat peraga pendidikan jenjang SD yang nilainya mencapai Rp 7,2 miliar dengan melampirkan sertifikat SNI 19-9001-2001 dan sertifikat FIFA untuk bola kaki No 5, Sertifikat SNI 12-1286-1996 dan sertifikat FIVB untuk bola voli, SNI 12-1285-1996 untuk bola tenis meja dan lain-lain. Begitu pula pada pengadaan buku pengayaan jenjang SD yang nilainya sampai Rp 7,25 miliar terdapat judul buku matematika sebanyak 131 judul. Sementara produsen yang memiliki jumlah judul buku matematika sebanyak itu hanya satu produsen. Apakah cara ini tidak menjegal produsen lain untuk bisa mengikuti proses tender secara fair?” tanya dia.
Dikatakannya lagi, ia makin belum mengerti ketika ia mendengar adanya pengakuan dari produsen alat peraga olahraga dan produsen laboratorium bahasa berbasis komputer. Hanya saja, ia belum mau mengemukakan apa yang didengarnya itu. Dengan alasan, semua bakal dibeberkannya di hadapan majelis hakim apabila polemik ini ada yang menyelesaikannya melalui jalur hukum. “Untuk sementara kami simpan dulu lah,” tulisnya. (vins)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.