Rano alias Jew Sang Bandar Ganja Kakap Hanya Bisa Pasrah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rano alias Jew Sang Bandar Ganja Kakap Hanya Bisa Pasrah

Rano alias Jew Sang Bandar Ganja Kakap Hanya Bisa Pasrah

Written By Mang Raka on Selasa, 31 Juli 2012 | 21.46

KARAWANG, RAKA - Rano alias Jew bin Edi Bakar (37), bandar ganja kelas kakap asal Dusun Krajan II RT 03/03 Desa Kedaung, Kecamatan Lemahabang Wadas, mengaku pasrah terhadap berbagai kemungkinan sanksi hukum yang bakal dihadapinya.
Pasalnya, anak buahnya Edi Saleh Permana alias Boled bin Saleh, yang dititipi ganja seberat 45 kilogram itu divonis 12 tahun penjara. "Saya dihukum berapa tahun pun pasrah," ucapnya saat ditemui RAKA di ruang Satuan Narkotika dan Obat Terlarang (Satnarkoba) Polres Karawang, Senin (30/7).
Sebelumnya, Rano juga sudah pernah divonis selama dua tahun oleh hakim Pengadilan Negeri(PN) Karawang karena terbukti memiliki ganja seberat 1 kilogram. Tetapi, sanksi hukum yang diterimanya belum mampu menimbulkan efek jera. "Saya akui di penjara itu nggak enak, tapi karena desakan ekonomi saya pun terpaksa mengulanginya," kilahnya.
Dikatakannya, ganja yang sudah disita dan dimusnahkan itu diperoleh dari Adi di Pasar Permai Jakarta Utara. Ganja senilai Rp 72 juta yang dikemas dalam beberapa kardus dan diantar dengan menggunakan mobil Suzuki APV itu hingga kini juga belum dibayar. Tetapi, residivis ini masih tetap bisa berbisnis dengan Adi. Buktinya, dua peket sabu-sabu yang disita polisi saat penggerebekan itu diakuinya dibeli dari Adi seharga Rp 1,2 juta per gramnya. "Ganja dan sabu saya dapatkan dari orang yang sama," katanya.
Beberapa saat setelah Boled ditangkap polisi, kenangnya, dia langsung bergegas dan bersembunyi di daerah Lampean, Desa Kedaung, Lemahabang Wadas. Namun, karena khawatir ditangkap polisi, ia melarikan diri dan menumpang di rumah seorang temannya di daerah Bekasi. Berselang sebulan kemudian, Rano kembali ke Kampung Poponcol, Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari. "Ada dua bulan saya di Ciwulan," ucapnya.
Setelah bisa membaca situasi dan kondisi, Rano pun semakin berani menampakkan diri di hadapan masyarakat umum walaupun hanya sesaat. Daerah Cilamaya, Lemahabang Wadas, serta Telagasari, dijadikan sebagai tempat pelariannya. Tapi, seperti kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh ke tanah, ternyata benar-benar dialami Rano. Polisi yang sudah mengetahui tempat persembunyiannya langsung menangkapnya bersama beberapa warga lainnya. "Dia sangat licin. Sudah empat kali dia lolos dari kejaran anggota," kata Kapolres Karawang AKBP Arman Achdiat melalui Kasat Narkoba AKP Senen Ali, kemarin.
Rano kerap berhasil lolos hanya selisih waktu  kurang dari 10 menit. Bahkan, pernah saat pihaknya mendapat informasi yang menyebutkan tersangka sedang memancing di salah satu kolam pancing. Ketika anggota tiba di lokasi tersebut, para pemancing lainnya mengaku bahwa Rano baru saja berlalu.
Senen Ali menegaskan, pihaknya akan memproses seluruh perkara-perkara yang melibatkan tersangka. Berdasarkan data yang ada, ada 5 berkas perkara yang melibatkan tersangka  dan salah satunya perkara atas nama Soleh alias Boled sesuai LP/A-66/XI/2011, tanggal 11 November 2011 silam. "Berkas perkaranya satu per satu akan kami ajukan karena dia tidak kooperatif untuk mengungkapkan sindikat narkoba lainnya. Kami yakin dia berbohong," tandasnya.
Terkait warga lainnya yang sempat ikut diboyong ke Polres Karawang, Ali mengaku, telah memulangkan mereka setelah hasil tes urine menunjukkan negatif. Sedangkan informasi soal berjudi itu, pihaknya juga sulit memprosesnya. Pasalnya, saat penggerebekan itu tidak ada barang bukti uang yang berhasil disita, melainkan hanya tumpukan kartu saja. Lagi pula, Satnarkoba saat itu lebih terfokus untuk menangkap tersangka. "Jadi, semua warga yang sempat ikut dibawa sudah kembali ke rumah masing-masing," jelasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. ini orang bandar kaga kapok2 lu...
    puas kena pasal berlapis..
    udah.. penjara aja dia seumur hidup..!!

    BalasHapus
  2. kalo bisa seumur hidup hukumannya,sebab gw ga rela daerah tempat kelahiran gw,terus di rongrong daun setan dan para pengedarnya... Fuck..!! RaNO.....!!!

    BalasHapus

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.