Pengusaha Tahu Tempe Terancam Gulung Tikar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengusaha Tahu Tempe Terancam Gulung Tikar

Pengusaha Tahu Tempe Terancam Gulung Tikar

Written By Mang Raka on Rabu, 25 Juli 2012 | 16.18

PERAJIN TAHU: Pengusaha tahu di Kelurahan Cigadung,
Kecamatan Subang mengaku jika harga kacang
kedelai tidak segera pulih, puluhan perajin tahu dan tempe
di Kabupaten Subang akan mengalami gulung tikar.
SUBANG, RAKA - Sejumlah pedagang tahu dan tempe di Subang berencana ikut  menggelar aksi mogok produksi mulai Rabu (25/7) hingga Jum'at (27/7). Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas para perajin tempe dan tahu yang tergabung dalam Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti).

Salah seorang pengrajin tahu dan tempe warga Perumahan Kopti, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Subang, Mumuh Mulyana (50) mengatakan, bila kenaikan harga kacang kedelai itu sudah dirasakannya sejak memasuki Bulan Ramadhan. Dia menambahkan atas kenaikan harga Kacang Kedelai saat ini, dirinya akan berpartisipasi dalam  aksi mogok berproduksi sebagaiamana yang diserukan oleh Kopti Pusat. "Harga kacang kedelai  mengalami kenaikan secara bertahap. Harga kacang kedelai yang  bermula berkisar
Rp 6.500kg - Rp 6800/kg kini naik mencapai Rp 8000/kg. Kenaikan ini tentu sangat membebankan Kami sebagai pihak produsen," Ucap Mumuh, saat ditemui wartawan di tempat produksinya, Selasa (24/7).
Lelaki yang mengaku telah menggeluti usaha pembuatan tahu selama 15 tahun itu mengatakan akibat kenaikan harga bahan baku pembuatan tahu, ladang penghasilannya tersebut terancam bangkrut karena kenaikan harga bahan baku itu berdampak pada  biaya produksi dan gaji pegawai. Menurutnya dalam sehari dia harus mengeluarkan biaya Rp 100 ribu/ hari untuk mebiayai ketiga pegawainya. Sejumlah biaya yang dikeluarkan itu, jelas Mumuh masih belum ditambah dengan pengeluaran biaya makan pegawai. "Ini tentunya membingungkan bagi kami, bila kondisi ini terus dibiarkan tentu secara perlahan usaha Kami bisa terpuruk bahkan sampai bangkrut," ucapnya.
Agar tetap bertahan dalam usaha tersebut, Mumuh terpaksa mensiasati kenaikan harga dengan memperkecil ukuran tahu yang biasa di jualnya. "Selama ini pembeli memahami kondisi kami dalam  mengurangi ukuran tahu yang di jual. Ukuran pembuatan tahu (pemotongan) yang semula berskala 12x12, kini kami rubah menjadi 12x11. Sehingga ukuran lebih kecil, namun jumlahnya lebih banyak," ujarnya.
Terpisah Ketua Kopti Kabupaten Subang, membenarkan jika seluruh pengrajin tahu akan melakukan aksi mogok produksi selama tiga hari mulai Rabu (25/7) hingga Jum'at (27/7). Aksi mogok itu, jelasnya sesuai dengan keputusan yang berbentuk surat edaran oleh Kopti pusat dan Kopti Jabar. "Ini merupakan masalah bersama, yang dialami seluruh pengrajin tahu di Indonesia. Kami melakukan aksi solidaritas ini karena sejauh ini pemerintah seperti tidak melirik permasalahan Kami, padahal dulu Kopti mendapat perhatian besar dari pemerintah,"tegasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.