Cacat Bukan Halangan untuk Berkarya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cacat Bukan Halangan untuk Berkarya

Cacat Bukan Halangan untuk Berkarya

Written By Mang Raka on Selasa, 17 Juli 2012 | 16.30

TEGALWARU, RAKA - Setiap orang menginginkan kehidupan yang sempurna. Tapi jika kenyataan berbeda dengan harapan, bukan berarti tak ada jalan menuju kesempurnaan. Cacat juga bukan halangan menjadi manusia mandiri. Itulah filosofi hidup Jalaludin, penyandang cacat yang menembus keterbatasan fisiknya dengan berkarya, dan memberi pencerahan kepada para santrinya.

"Untuk dapat hidup setara dengan orang lain yang hidup normal, maka saya harus memakai tenaga dan pemikiran lebih ekstra lagi. Salah satunya hanya dengan menginginkan agar bisa mengendarai sepeda motor saja, bukan hanya harus mengeluarkan biaya untuk membeli sepeda motor saja, akan tetapi saya juga harus mengeluarkan biaya lebih agar sepeda motor ini bisa dikendarai sendiri," tutur Jalaludin, warga Kampung Waru, Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, kemarin.
Dalam modifikasi sepeda motor tersebut, Jalal mempunyai alasan yang sangat bijak, yaitu untuk lebih mandiri. Sebab menurutnya, selama ini jika hendak kemana-mana harus menyuruh orang lain dengan meminta diantar ke tempat tujuan.
Pemuda inipun selain tak pernah nampak mengeluh, juga dalam kesehariannya cukup banyak memiliki keahlian yang orang lain jarang dapat menguasainya, diantaranya sering melakukan ceramah agama dan mengajar para santri. Tak hanya itu, keahlian yang lain yaitu, sering dipanggil untuk menjadi wasit voli, karena tegas dalam memimpin pertandingan.       
Terkait dengan Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, meski UU tersebut telah ada sejak 10 tahun lalu dan UU tersebut mengharuskan BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta yang mempekerjakan lebih dari 100 karyawan, wajib mempekerjakan penyandang cacat setidaknya satu persen dari total karyawannya. Namun, berdasar hitungan kasar yang dimiliki Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI), dari sekitar 30 juta pekerja sektor informal di Indonesia, baru 300 penyandang cacat yang sudah bekerja atau hanya 0,001 persen. Kedepan, para penyandang cacat berharap agar dapat segera tercapai kesamaan kesempatan dan partisipasi penuh penyandang cacat dalam segala aspek kehidupan, dan penghidupan, dan lingkungan yang kondusif yang mendukung kemandirian penyandang cacat. Masih banyak fasilitas umum di Indonesia yang kurang mengakomodasi para penyandang cacat.
Konvensi Hak Penyandang Cacat adalah perjanjian internasional yang mengidentifikasikan hak-hak asasi para penyandang cacat, termasuk kewajiban Negara Pihak (Negara yang sudah meratifikasi Konvensi) untuk menghormati, memajukan, melindungi, melaksanakan sepenuhnya hak–hak tersebut. Konvensi ini disepakati pada tanggal 13 Desember 2006 oleh Majelis Umum PBB dengan resolusi No.61/106 dan hingga Desember 2008, tercatat ada 136 Negara yang telah menandatangani konvensi ini, termasuk juga Indonesia, tepatnya pada tanggal 30 Maret 2007. Hal ini menunjukkan adanya komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk menentukan hak-hak asasi penyandang cacat. (ark)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.