2013, Karawang Bisa Terima CPNS Umum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 2013, Karawang Bisa Terima CPNS Umum

2013, Karawang Bisa Terima CPNS Umum

Written By Mang Raka on Kamis, 26 Juli 2012 | 16.38

-Belanja Pegawai di Bawah 50 Persen

KARAWANG, RAKA – Kendati belum dapat dipastikan apakah Karawang masih akan diberikan kuota buat penerimaan CPNS formasi umum atau tidak pada tahun anggaran 2013, bagi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di sini tetap merasa yakin, bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) tidak bakal menutup peluang itu.
“Dulu kan waktu turunya SK tiga menteri mengenai moratorium atau dihentikannya sementara penerimaan CPNS formasi umum sampai akhir Desember 2012, karena pertimbangannya banyak pemerintah daerah di Indonesia yang belanja pegawainya telah di atas 50 persen. Bahkan Kabupaten Karawang waktu itu dinyatakan mencapai 58 persen. Tapi setelah kita diberitahu oleh BKD Jawa Barat waktu rapat koordinasi di Bandung sepekan lalu, daerah kita belanja pegawainya mengalami penurunan menjadi 45,24 persen. Berarti kalau begitu kita bisa diberikan kuota lagi,” ungkap Kabid Pengadaan Data dan Pegawai BKD Karawang Deddy Supriyadi.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Deddy mengaku jauh sebelumnya telah mengajukan jumlah kebutuhan calon pegawai di lingkungan Pemkab Karawang berdasarkan beban kerja mencapai sekitar 8 ribuan personil. Terbanyak adalah tenaga pengajar atau guru, baik di tingkat sekolah dasar, lanjutan pertama, maupuan lanjutan atas, bahkan sekolah kejuruan. Hanya Deddy sendiri tidak berani merinci jumlah total yang diajukannya itu.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap jumlah yang diajukan biasanya tidak pernah diakomodir seluruhnya. Paling hanya sekian persennya saja. Ya kalau soal angka riilnya sekitar 250-an orang lah. Bila segini pun sebenarnya cukup membantu kebutuhan pegawai. Terutama buat penyuluh KB (Keluarga Berencana) yang lagi dibutuhkan banyak, selain penyuluh pertanian di luar kebutuhan guru yang memang masih sangat tinggi,” ujar Deddy.
Selanjutnya, mengenai kepastian pelaksanaan testing bagi tenaga honorer kategori II (K2) yang disebut-sebut bakal berlangsung April 2013, seperti disampaikan Wakil MenPAN RB Eko Prasojo, ternyata surat edarannya secara resmi hingga kini belum diterima BKD. Bahkan juklak dan juknisnya yang biasa dijadikan rujukan buat pelaksanaan, diakui Kepala BKD Haryanto, belum juga ke luar.
"Biasanya kalau sudah dekat pelaksanaan testing, kita dari sini nanti diundang rapat koordinasi. Sebelum itu, agenda yang telah ada kita lagi menyiapkan verifikasi ulang terhadap seluruh data para tenaga honoret K2 yang direncanakan bulan Desember 2012. Kalau melihat tahapan dari agenda ini, sesungguhnya fakta di lapangan belum ada kepastian jelas pelaksanaan testing bagi K2 itu," tandas Haryanto mempertegas.
Begitu pula soal pengangkatan bagi tenaga honorer kategori I atau K1, aku Haryanto lagi, termasuk yang belum ada keputusan resmi dari KemenPAN RB. Kendati janji yang sudah disampaikan pihak pemerintah pusat, sambung Deddy, tidak akan melewati tahun 2012. Hanya soal tanggal dan bulan pelaksanaan, pihaknya sendiri tidak tahu.
"Kita sih berharap apa yang disampaikan orang-orang pusat benar adanya. Tapi kalau saran kita sih sebaiknya tidak selalu mudah menyampaikan angin surga ketika pelaksanaan di bawah masih jauh. Bagaimanapun, kita yang kebagian repot. Paling tidak selalu jadi pertanyaan masyarakat. Jujur saja, data honorer K2 masih ada masalah. Misalnya, terungkapnya ijazah satu orang tenaga sukwan yang disinyalir palsu. Untuk mengungkap sejauhmana keabsahan ijazah tersebut, kini sedang dalam proses penelusuran," beber Deddy.
Selain itu, ungkapnya pula, terdapat 3 berkas lagi data honorer K2 yang sedang dalam masalah. Yaitu 1 berkas di Kecamatan Majalaya, 1 berkas di Kecamatan Karawang Barat dan 1 berkas lagi di Dinas Kesehatan.  Semua yang dianggap bermasalah itu, menurutnya, bisa sangat dimungkinkan tidak diikutsertakan dalam testing CPNS K2 apabila terbukti memalsukan data yang dimilikinya, terutama surat pengangkatan honorer dari OPD tempatnya bekerja.
"Bila dijumlah total honorer K2 yang gugur ikut testing mencapai sekitar 43 orang. Sebenarnya yang mayoritas adalah karena meninggal dunia dan mengundurkan diri. Sementara jumlah honorer K2 yang terekap pada verifikasi awal sebanyak 2.795 orang dari sebelumnya 2.838 orang. Berarti ya itulah pengurangannya," tandas Deddy. (vins)
Berbagi Artikel :

4 komentar:

  1. jadi intinya,
    lum ada kepastian dari pihak BKD sendiri untuk menjadwalkan pelaksanaan cpns di karawang???

    BalasHapus
  2. follow up terus beritanya boss

    BalasHapus
  3. yaaaaaaahhhhh. kecewaaaa

    BalasHapus

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.